Kubangan Darah yang Mendidih: Dampak Mengerikan Bagi Bani Israil Akibat Membunuh 70 Nabi

Bani Israil adalah bangsa yang sangat bermasalah karena perbuatan mereka begitu nyeleneh. Saat ada seorang Rasul yang berdakwah diantara mereka, banyak diantaranya justru dibunuh dengan keji. Akibatnya, tragedi memilukan yang hampir memusnahkan Bani Israil itu sendiri berulang kali terjadi.

Ada 1 peristiwa mengerikan yang terjadi pasca tragedi Nabi Yahya dan Nabi Zakariya hingga membutuhkan 70.000 tumbal manusia agar peristiwa ini berhenti. Peristiwa apa yang dimaksud dan bagaimana kok bisa butuh 70.000 nyawa manusia? baca selengkapnya di bawah ini!

1. Hubungan Incest Raja Damaskus

Seorang raja Romawi kuno yang bersenang-senang dengan beberapa wanita. (image by chatgpt)

Latar belakang peristiwa Incest ini terjadi di era Nabi Yahya dan Zakariya. Ibnu Asakir mengatakan bahwa nama Raja kota Damaskus saat itu bernama Hadad bin Hadar (Hedorus).

Raja Hadad mempunyai kelainan yang sangat aneh. Dia begitu bernafsu terhadap wanita-wanita kerabatnya yang masih mahram dan bahkan birahinya bergejolak saat melihat anak tirinya yang cantik jelita. Sehingga, Raja Hadad berniat untuk menikahi wanita yang masih menjadi mahramnya.

Berita santer mengenai pernikahan Incest ini akhirnya terdengar juga ke telinga Nabi Yahya. Nabi Yahya dengan tegas menyampaikan penolakan terhadap pernikahan yang sangat aneh ini.

2. Algojo Bergerak

Seorang algojo dengan penutut kepala hitam. (image by chatgpt)

Usai Nabi Yahya menyampaikan sabdanya, beliau pun pergi meninggalkan kerajaan tersebut. Para wanita yang sangat dongkol ini meminta sang raja untuk melakukan segala hal demi pernikahan mereka terlaksana walaupun harus melenyapkan Nabi Yahya as sekalipun.

Awalnya, Raja Hadad tak setuju dengan ide membunuh Nabi Yahya. Hal ini dikarenakan beliau sendiri adalah seorang nabi dan pantang bagi seorang raja untuk menyakiti seorang utusan Allah.

Namun, karena rayuan maut para wanita-wanita durjana ini akhirnya Raja Hadad menyetujui ide gila tersebut. Sang Raja mengutus seorang Algojo dan memerintahnya untuk membawakan kepala Nabi Yahya as.

Sang Algojo bergerak menuju masjid yang biasa digunakan Nabi Yahya untuk beribadah. Ketika algojo sampai di depan pintu, dia juga melihat Nabi Zakariya yang beribadah di samping puteranya. Tak menunggu waktu lama, si algojo langsung menebas kepala Nabi Yahya saat beliau sedang sujud.

Kepala dan darah Nabi Yahya diletakkan di atas talam (lengser) dan dipersembahkan kepada kepada istri Raja Hadad.

3. Cara mati paling sinting

Seorang ratu yang berada di atas tempat tidur dengan posisi aneh. (image by chatgpt)

Setelah kepala Nabi Yahya diletakkkan di atas talam, tiba-tiba kepala tersebut berbicara di hadapan pasangan incest tadi: “Tidak halal bagimu menikahinya“.

Si wanita (istri Raja Hadad) membawa talam beserta isinya tadi ke hadapan ibunya. Sang ibu yang tidak sudi melihat anaknya karena telah melakukan tindakan bejat dengan menikahi mahramnya serasa enggan untuk melihat tindakan puterinya yang gila ini.

Saat si puteri menghadap ibunya, tiba-tiba puterinya mengalami kejadian aneh. Kakinya lumpuh sampai ke pinggang, para dayang menangis sejadi-jadinya sambil memukul-mukul wajahnya. Kelumpuhannya menjalar sampai leher disertai kejang hebat.

Si Ibu segera menyuruh algojo untuk memenggal sekalian kepala anaknya karena tindakan di luar nalarnya sudah sangat melampaui batas. Kepala si anak menggelinding ke tanah dengan posisi menyeramkan.

Baca artikel lain:

4. Mendidihnya darah 70 nabi

Sebuah talam dengan cairan merah terlihat mendidih. (image by chatgpt)

Setelah pemenggalan terhadap kepala si wanita pembunuh Nabi Yahya, tiba-tiba terjadi peristiwa lebih aneh lagi. Keluarga kerajaan Damaskus meninggal mendadak dengan cara aneh. Bani Israil segera menuduh bahwa tuhannya Nabi Yahya telah membunuh keluarga kerajaan. Segera, mereka mengejar Nabi Zakariya untuk membuat perhitungan.

Setelah Nabi Zakariya wafat dengan cara digergaji hidup-hidup, Bani Israil lanjut menghabisi 70 Nabi lain dan menuangkan darahnya menjadi 1 dengan darah Nabi Yahya.

Lebih aneh lagi, darah yang telah dikumpulkan ini tiba-tiba mendidih dan terus mendidih. Raja Bukhtanasar yang melihat ini segera membunuh Bani Israil untuk membuat kubangan darah tersebut diam. Alhasil, sekitar 70.000 Bani Israil terbantai habis, Baitul Maqdis hampir hancur, dan orang-orang Damaskus yang selamat segera merapat ke Baitul Maqdis.

Hingga datanglah seorang Nabi bernama Nabi Armia as. Nabi Armia bersabda: “Wahai darah! Bani Israil terlah binasa. Maka tenanglah dengan seijin Allah.”

Kubangan darah tersebutpun menjadi tenang dan pembantaian Raja Bukhtanasar terus berlanjut.

Cuplikan hikmah:

Bani Israil adalah kaum yang memiliki problem utama kepada para nabi dan rasul yang diutus di tengah-tengah mereka. Tak hanya menentang, mereka kadang membully, menganiaya, hingga paling parah sampai membunuh para Nabi. Tak ayal, kaum ini memiliki jejak sejarah kelam yang tak akan terhapus sepanjang masa.

Referensi:

Qishasul Anbiya’ karya Ibnu Katsir

Achmad Haris

Hanya mas-mas yang suka nulis dan buat konten

9 komentar pada “Kubangan Darah yang Mendidih: Dampak Mengerikan Bagi Bani Israil Akibat Membunuh 70 Nabi

  • Adha ilham

    Tolong jelaskan kang yg d maksud raja hadad nabi , agar tidak salah paham….

    Balas
    • Ulama tarikh (Ibnu Asakir) menyebutkan nama rajanya dengan Hadad.Tapi sejarah umum menuliskannya dengan nama Herodus

      Balas
      • Muhammad syaiful hasan

        Izin bang, mohon tulisannya lebih detail dan di perjelas lagi ya bang, supaya mudah dipahami ☺️🙏

        Balas
  • Lailatul Mubarokah

    Lanjutkan bang, sy nunggu terus kontennya

    Balas
  • Muhammad Ibadurrahman

    Oalaaa sempet salah nangkep di awal, kirain raja Hadad itu juga seorang nabi. Makanya sempet heran kok bisa ia terhasut oleh wanita durjana untuk membunuh nabi Yahya kalo ia juga seorang nabi.
    Btw Syukron min atas karya tulisnya selama ini. Jazaakumullah bijannatil firdaus

    Balas
  • Moh arif

    Kang mau riqeust kisah meninggalnya cucu nabi sayyidina Husein yg terpenggal kepalanya kang .. serem dan sedih juga itu katanya sesudah terjadi peristiwa itu😥

    Balas

Tinggalkan Balasan ke Achmad Haris Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *