5 Hal Tentang Hasan bin Ali RA: Pernah Ditampar Ayahnya Hingga Racun Mematikan

Sayyidina Hasan bin Ali bin Abi Thalib adalah putra pertama dari pasangan Ali bin Abi Thalib dan Fatimah binti Muhammad SAW. Hasan bin Ali memiliki pribadi yang teguh, teduh, seorang yang begitu penyabar, tenang pembawaannya, istiqamah, dan membenci pertumpahan darah.

Ada pula hal-hal mengenai Hasan bin Ali yang jarang atau bahkan belum didengar oleh beberapa kaum muslimin. Penasaran apa aja? simak artikel di bawah ini!

1. Kemuliaan seorang Sayyid

Seorang lelaki berjalan dengan santai

Sa’ad meriwayatkan dari ‘Imran bin Sulaiman dia berkata bahwa nama HASAN & HUSEIN adalah 2 nama khusus dari nama-nama penghuni surga dan tak ada seorang Arab pun dari zaman Nabi Nuh sampai Nabi Muhammad bahkan di zaman Jahiliyah yang memakai nama tersebut. Hal tersebut dikarenakan Allah menyembunyikan 2 nama ini sampai kelak beliau berdua lahir kedunia.

Wajah Sayyid Hasan disebut beberapa sahabat memiliki kemiripan dengan wajah Rasulullah lebih tinggi dari saudaranya, Husein bin Ali. Kedua putra Ali bin Abi Thalib ini oleh Rasulullah SAW disebut sebagai penghulu atau pemimpin para pemuda penduduk surga.

Hasan kecil seringkali naik ke punggung dan bergelantungan di lutut mulia Rasulullah SAW saat beliau sedang shalat.

2. Ditampar ayahnya

Keadaan kacau karena sebuah rumah sedang terbakar

Ketika peristiwa mengerikan perihal pembunuhan Utsman bin Affan oleh kaum pemberontak sedang berlangsung, posisi Hasan dan Husein berada tepat di luar pintu rumah Utsman bin Affan dengan pedang terhunus dan siap menyabet siapapun yang berani menyentuh Utsman.

Namun, takdir manusia tak ada yang tahu. Berita kematian Utsman bin Affan menyebar cepat seantero Madinah. Ali bin Abi Thalib segera mendatangi rumah Utsman bin Affan kemudian masuk ke dalamnya. Alangkah terkejutnya Ali melihat kondisi Utsman bin Affan yang begitu miris dengan leher tergorok.

Ali segera menemui Hasan dan Husein serta penjaga-penjaga yang lain. Disana Ali bin Abi Thalib mengangkat tangannya dan menampar keras wajah Hasan serta memukul dada Husein. Ali bin Abi Thalib memarahi siapapun yang ada disana karena bagaimana Amirul Muknimin bisa meninggal dengan sadis padahal rumahnya dijaga ketat.

Diketahui, bahwa komplotan Muhammad bin Abu Bakar meloncat dari pagar samping rumah. Sehingga, aksi penyusupan mereka tak ada yang mengetahui.

3. Cacian Binatang

Seorang gubernur yang angkuh sedang mencaci maki di atas mimbar

Marwan, salah satu keturunan Bani Umayyah begitu membenci keluarga Ali bin Abi Thalib beserta keturunannya. Pernah suatu ketika Marwan mengirim seorang laki-laki dan menyuruhnya untuk mendatangi Sayyid Hasan bin Ali untuk mengatakan kepada Hasan:

“Atas nama Ali dan namamu, sesungguhnya aku tidak menganggapmu (Hasan) kecuali sebagai seekor keledai. Jika ada orang bertanya kepadamu (Hasan): siapa ayahmu? maka kamu (Hasan) sudah selayaknya menjawab dengan: Ibuku adalah seekor kuda”.

Menerima cacian seperti ini Sayyid Hasan bin Ali tak pernah membalasnya.

Baca Artikel Lain:

4. Sering menikah-sering pula cerai

Ilustrasi sebuah mahar pernikahan berupa emas dan perhiasan

Sejarah islam mecatat bahwa Hasan bin Ali adalah orang yang seringmenikah namun juga sering menceraikannya.

Ibnu Sa’ad meriwayatkan dari Ali bin Husein: Al Hasan adalah seorang lelaki yang begitu sering menceraikan istrinya. Dia tidak pernah menceraikan istrinya kecuali istrinya akan tetap mencintainya. Dia telah menikah dengan 99 wanita.

Riwayat lain juga mengatakan bahwa para orangtua saat itu melarang yang lain untuk menikahkan anaknya dengan Sayyid Hasan karena seringnya beliau menceraikan istrinya.

Ayah dari Ja’far bin Muhammad juga berkata bahwa kebiasaan Al Hasan setelah nikah lalu bercerai lagi ditakutkan akan terjadi permusuhan diantara para kabilah.

Namun, diluar perbuatan Sayyid Hasan yang sering menikah sering pula menceraikannya, banyak juga orangtua yang ingin menikahkan anaknya dengan beliau.

Ibnu Sa’ad meriwayatkan dari Abdullah bin Hasan berkata bahwa Al Hasan adalah orang yang sering menikah, sedikit wanita yang membenci beliau , lebih banyak wanita yang dinikahi beliau merasa senang dan puas daripada yang merasa tak puas.

5. Racun Kalomel

Ilustrasi sebotol racun

Sayyid Hasan bin Ali wafat diusia 45 tahun karena diracun istrinya sendiri, Ja’dah binti Al Asy’ats bin Qais. Alasan Ja’dah nekat meracuni suaminya sendiri tidak lain karena tindakannya berselingkuh dengan Yazid bin Muawiyah. Yazid menjanjikan bahwa dirinya akan menikahi langung Ja’dah dengan syarat dirinya meracuni Sayyid Al Hasan.

Ada sebuah hipotesis mengenai jenis racun, asal, dan bagaimana cara mendapatkannya. Dikutip dari National Library of Medicine dalam jurnal artikel berjudul A forensic hypothesis for the mystery of al-Hasan’s death in the 7th century: Mercury(I) chloride intoxication. Jenis racun yang digunakan Ja’dah bernama mineral kalomel atau merkuri dengan rumus kimia (merkuri (I) klorida, Hg2Cl2).

Tak hanya Hasan, salah satu budaknya juga teracuni akibat perbuatan Ja’dah namun masih selamat karena dia langsung memuntahkannya. Sementara Sayyid Hasan menahannya dalam perut yang mengakibatkan organ dalamnya hancur.

Gejala yang dialami Sayyid Hasan sebelum meninggal yaitu:

  1. Sayyid Hasan ditawari minuman oleh istrinya (Ja’dah) yang diduga adalah sejenis yogurt. Referensi lain menyebutkan bahwa minuman tersebut seperti ada warna emas di dalamnya. Menurut ahli minerologi dan toksikologi, warna emas tersebut muncul dari sifat asli kalomel yang memang berwarna keemasan.
  2. Setelah meminum racun tersebut, warna kulit Sayyid Hasan memunculkan semburat hijau karena efek rusaknya organ ginjal dari reaksi kimia kalomel dalam tubuh.
  3. Setelah itu, Al Hasan tiba-tiba memuntahkan darah bercampur dengan gumpalan-gumpalan kecil dari dalam perutnya.
  4. Berdasarkan riwayat lain, Al Hasan telah diracuni sebanyak 3-4 kali dengan racun yang sama dan mengakibatkan zat kalomel ini mengendap dalam tubuh dalam kurun waktu yang lama.
  5. Racun kalomel ini hanya bisa didapatkan dari sebuah tambang di wilayah kekaisaran Byzantium (Turki Barat) dan hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mengaksesnya, termasuk juga Yazid bin Muawiyah yang punya banyak kenalan dengan wilayah tersebut.

Fakta bahwa baik otopsi maupun investigasi yudisial tidak dilakukan oleh pihak berwenang pada saat itu seharusnya tidak menghalangi penggunaan keterangan saksi mata sebagai bukti. Fakta mineralogi, medis, dan kimia mendukung hipotesis bahwa kematian al-Hasan disebabkan oleh keracunan kalomel (merkuri(I) klorida). Hipotesis forensik ini konsisten dengan posisi historis, yang tercermin dalam dokumen-dokumen kuno (abad pertengahan), bahwa al-Hasan diracun oleh Ja’dah, atas dorongan khalifah, dan dengan keterlibatan kaisar Bizantium.

Referensi:

Tarikh Al Khulafa’ bab: Al Hasan bin Ali bin Abi Thalib

Nicole Burke, dkk. Jurnal Artikel berjudul: A forensic hypothesis for the mystery of al-Hasan’s death in the 7th century: Mercury(I) chloride intoxication. National Library of Medicine https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC4923806/

Achmad Haris

Hanya mas-mas yang suka nulis dan buat konten

12 komentar pada “5 Hal Tentang Hasan bin Ali RA: Pernah Ditampar Ayahnya Hingga Racun Mematikan

  • Zahra

    Gak percaya sih sayidinanhasan cucu rosulullah suka nikah dan bercerai sampe segitu banyak gak masuk akal

    Balas
  • Ahmad Denis Kurniawan

    Ada 1 pertanyaan yang muncul ketika membaca nomor 4, apakah ada kisah atau riwayat mengenai alasan sayyid hasan menceraikan istri-istrinya?

    Balas
    • Ada, banyak dan sangat masyhur. Lebih kepada alasan darurat. Seperti kejadian menyelamatkan seorang wanita dari cengkraman Yazid

      Balas
  • Anisa

    Assalamualaikum kak. Maaf tadi saya baca riwayat ibnu saad, sayyid hasan menikahi 99 wanita?riwayatnya shahih ngak kak?. Dan kalo bener kok bisa sampai 99 wanita?apa alasannya sama seperti Rasulullah Saw yang banyak menikahi wanita untuk menyelematkan wanita ini seperti budak atau istri dari suami yahudi yang meninggal pada saat perang. Alasan sayyid hasan menceraipun takut jadi permusuhan antar kabilah aneh menurut saya. Ditunggu penjelasannya kak, terimakasihh🙏🙏.

    Balas
    • Bukan. Berbeda dengan Rasulullah SAW.
      Sayyid Hasan menikahi ya bisa bercerai lagi dalam kurun waktu sangat sebentar, bisa 1 bulan, bahkan hari. Alasannya bermacam macam, salah satunya untuk membebaskan dari hukum Talaq agar mantan suaminya bisa menikah lagi

      Balas
      • Anisa

        Bermacam” apa lagi kak biar jelas maksud saya takut saya berpikir macam” pulak. Apalagi saya baru tau kalau sayyid Hasan punya banyak istri

        Balas
        • Yha begitulah faktanya. Itu masih 1 kitab, belum yg lain yang lebih horor. Itu yg menulis Imam As Suyuthi, penulis dengan kredibilitas tak bisa diragukan lagi

          Balas
        • Budaya, adat istiadat, kebiasaan, dan norma orang2 terdahulu gak bisa di komparasi dengan norma zaman sekarang,,, contoh sederhana,, pernikahan di usia dini adalah hal yang wajar dizaman itu,, jadi

          Balas
  • Zahra

    Hati hati ketika menulis atau menyebarkan suatu berita dituntut diakhiratnya nanti karena ketidak benaran berita itu

    Balas
    • Masalahnya anda tidak mencari tau tentang cerita ini, banyak referensi masyhur kok masalah ini,anda saja yang terlalu malas mencari

      Balas
      • Ini sudah sumber sejarah primer di seluruh ponpes dan universitas. pengarangnya Imam As Suyuthi dan anda mau meragukan kredibilitasnya? mau nyari sumber darimana lagi

        Balas

Tinggalkan Balasan ke Zahra Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *