Perempuan Jujur Kebal Kobaran Api

Di Zaman Rasulullah SAW., banyak sekali kisah-kisah aneh nan ajaib yang ketika difikir-fikir nggk akan nyampe akal kita. Salah satunya adalah kisah wanita yang kebal terhadap api perapian. Bagaimana kisahnya? simak lebih lanjut!
1. Pelecehan seksual

Seorang laki-laki dengan tidak senonoh memegang dagu seorang wanita. (image by chatgpt)
Pernah suatu ketika ada perempuan yang sudah bersuami ingin mendatangi majlis Rasulullah SAW. Tujuannya tentu saja untuk mendapatkan hikmah dan petunjuk langsung dari Nabi Muhammad SAW.
Namun, di tengah perjalanannya dia bertemu dengan seorang pemuda laki-laki dan menanyakan perihal urusan si perempuan. Terjadilah dialog diantara keduanya.
“Wahai Saudariku, hendak kamana engkau ini?” tanya si pemuda
“Aku akan pergi mendatangi Majlis Rasulullah SAW.” jawab si perempuan
“Apakah engkau mencintai Rasulullah?” sergah si pemuda
“Iya, tentu saja.” tegas si perempuan
“Demi Rasulullah, bukalah cadarmu jika kamu benar mencintainya!” pinta si pemuda
Karena si perempuan terhormat ini begitu mencintai dan memuliakan Rasulullah SAW, dia pun mau membuka cadarnya karena si pemuda berani bersumpah atas nama Rasulullah. Setelah cadar dibuka, nampaklah wajah lentik nan anggun hingga membuat si pemuda terpesona. Tak ada angin tak ada hujan, dengan ngawurnya si pemuda malah melecehkan si perempuan dengan memegang dagunya.
2. Solusi tak masuk akal

Seorang laki-laki yang marah terbakar api cemburu. (image by chatgpt)
Kejadian ini membuat si perempuan sangat menyesal dan pulang dengan menangis sejadi-jadinya karena merasa kehormatannya ternodai. Setelah sampai rumah, ia ceritakan semuanya kepada suaminya. Suaminya yang kalap justru menuduh si perempuan telah berbuat lebih jauh dengan si pemuda kurang ajar tadi.
Sang istri yang tak terima dituduh yang tidak-tidak tentu membantah tuduhan suaminya bahwa dia masih menjaga kehormatannya untuk suaminya saja dan telah dilecehkan dengan dagunya dipegang laki-laki lain.
Sang suami yang terbakar api cemburu kemudian langsung mendatangi Rasulullah SAW untuk meminta solusi supaya ia tahu bahwa istrinya telah berkata jujur. Rasulullah SAW bersabda: “Nyalakan api di perapian, lalu perintahkan istrimu untuk masuk ke dalamnya!”
Tak menunggu waktu lama, si suami segera pulang dan menyalakan perapian di rumahnya.
3. Peristiwa tak masuk akal

Sebuah perapian yang apinya menyala hebat. (image by chatgpt)
Perapian pun dinyalakan dengan api menjilat-jilat.
Si suami yang wajahnya merah terbakar api cemburu segera menyuruh istrinya masuk ke dalam perapian. Sang istri yang mengira suaminya sudah gila tentu saja menolak dengan ketakutan. Namun, si suami berkata: “Demi kehormatan Nabi SAW!”
Karena rasa cinta dan hormatnya kepada Nabi Muhammad SAW begitu tinggi, si istri masuk ke dalam tungku api yang panas membara. Sang suami yang kalap segera menutup perapiannya.
Sang suami segera kembali kepada Rasulullah SAW dan melaporkan bahwa perintahnya telah dilaksanakan. Rasulullah SAW kemudian memerintahkan untuk membuka penutup perapiannya dan melihat apa yang terjadi.
Dia pun segera pulang ke rumahnya dan membuka penutup perapian. Alangkah terkejutnya si suami melihat sang istri terduduk santai di dalam tungku tanpa terbakar sedikitpun baik badan atau pakaiannya.
Dia pun segera mengeluarkan istrinya dan bersyukur kepada Allah SWT karena telah menyelamatkan istrinya dan sebagai bukti bahwa istrinya telah berkata jujur.
Kejujuran menjadi modal al Akhlak al Karimah yang snenatiasa harus dipegang oleh setiap muslimin. Walaupun apa yang terjadi setelahnya begitu pahit, apabila terbukti jujur apa semuanya akan mendapat ridha Allah SWT. Sebaliknya, kebohongan yang dibungkus serapi apapun lambat laun akan terbuka juga bau busuknya.
Referensi:
Kitab An Nawadir karya Syaikh Al Qalyubi





