Marwan Si Keledai: Membongkar Makam Untuk Menyalib Mayatnya
Marwan bin Muhammad bin Marwan bin Hakam adalah khalifah Daulah Umayyah terakhir yang harus berurusan dengan Abbas As Saffah dan Abdullah bin Ali ketika peristiwa penggulingan ke-Khalifahan Umawiyah. Ada kisah yang cukup bikin bulu kuduk berdiri terkait Marwan setelah dirinya dilantik. Simak selengkapnya di bawah ini!
1. Gelar Himar atau Keledai

Seorang raja dengan tatapan dinginnya menatap seorang yang sedang ngamuk depan mukanya. (image by gemini)
Dalam bahasa arab, Himar artinya keledai. Julukan ini disematkan bukan tanpa alasan. Marwan adalah orang yang begitu sabar dalam menghadapai musuh-musuh politiknya, memiliki sikap kehati-hatian yang yang tinggi, dan tak suka gegabah.
Himar atau keledai sendiri digambarkan sebagai binatang yang jalannya lambat dan tak tergesa-gesa.
Ada juga yang mengatakan bahwa orang-orang Arab memberikan julukan Al Himar kepada pemerintahan yang masih berdiri di usia yang ke 100 tahun sedangkan Marwan sendiri memerintah Bani Umayyah yang usianya menjelang ke 100 tahun.
Baca artikel lainnya:
- Malaikat Zabaniyah: Kengerian Sang Penyiksa Alam Neraka
- 6 Hal dari Malaikat Maut: Rahasia Pencabutan Ruh dan Keajaiban Penciptaannya
- Padang Tih: Kisah Bani Israil yang Pengecut Dibuang ke Padang Pasir Tanpa Bisa Keluar
2. Membongkar Makam

Seorang yang sedang membongkar makam di malam hari saat keadaan hujan. (image by gemini)
Hal yang pertama kali Marwan lakukan sebagai khalifah adalah membongkar makam Yazid. Alasannya adalah Yazid III lah yang dulu memimpin pemberontakan untuk menggulingkan pemerintahan Al Walid II hingga menewaskannya di tangan pasukan Sulaiman bin Hisyam. Marwan mendengar bahwa pemerintahan Al Walid telah jatuh saat dirinya berada di Armenia.
Pada bulan Shafar, tahun 129 H. Marwan berhasil merebut kekuasaan Umayyah dari tangan Ibrahim bin Walid yang hanya memerintah selama 70 hari. Tepat setelah dirinya dilantik, Marwan segera menyuruh pasukannya untuk membongkar makam Yazid kemudian mengeluarkannya untuk disalib pada tonggak kayu.
3. Seekor Kucing Mencuri Lidah Marwan

Seekor kucing mengigit sepotong daging. (Image by gemini)
Dari Ash Shuli meriwayatkan dari Muhammad bin Shalih dia berkata:
Tatkala Marwan Al Himar terbunuh, kepalanya dipotong dan dibawa kepada Abdullah bin Ali. Dia kemudian melihat potongan kepala tersebut dan Abdullah lalai. Tiba-tiba datang seekor kucing dan menggigit lidah Marwan dari mulutnya lalu dia telan ke dalam perutnya.
Abdullah bin Ali menganggap peristiwa ini sebagai sebuah keajaiban yang sangat besar.
Konflik demi konflik selalu melekat dalam pemerintahan yang berbentuk monarki. Saling sikut antar keluarga kerajaan menjadikan lingkungannya toksik dan dipastikan tak terhindarnya pertumpahan darah. Apakah hal seperti ini menurutmu wajar? tulis di kolom komentar!
Referensi:
Tarikh Al Khulafa’ karya Imam Jalaludin As Suyuthi





