Beginilah penampakan pasukan jin Nabi Sulaiman & upaya beliau membasmi sihir sampai ke akar-akarnya
Dalam QS. An Naml: 20, Nabi Sulaiman adalah sosok yang sangat disiplin dibuktikan dengan rutinitas beliau yang memeriksa setiap barisan pasukannya. Dalam ayat ini pula burung Hud-Hud tidak hadir saat pengabsenan berlangsung karena sedang memata-matai kerajaan ratu Balqis. Namun, ada kisah sampingan dari manuskrip Ajaibul Makhluqat sebelum pemeriksaan dimulai, yaitu kedatangan pasukan dari bangsa jin. Saking kerennya mereka, pasukan dari bangsa manusia bahkan dibuat kagum.
1. Asal muasal dan bentuk pasukan yang begitu beragam

Ilustrasi Nabi Sulaiman sedang mengabsen kehadiran seluruh pasukannya. (Generated image: bing.ai)
Namanya juga jin pastilah mereka punya ragam bentuk. Dalam Ajaibul Makhluqat versi bahasa Persia, gambar lebih detail dan beragam ditampilkan penulis yang bersumber dari riwayat dan kitab tafsir. Bentuk mereka didominasi oleh wujud hybrid daripada mengambil bentuk full hewan atau makhluk jism (jasad fisik) lainnya.
Pasukan Jin Nabi Sulaiman datang dari berbagai tempat. Sementara itu, muncul klan jin terkuat berasal dari kerajaan langit, kerajaan laut, kerajaan gunung, kerajaan Sijjin dengan berbagai jenis senjata dan variasi bentuk yang lebih overpower lagi level kekuatannya.
Nabi Sulaiman yang menyaksikannya segera menanyai alasan mereka mengambil bentuk tersebut dan apa kegiatan sehari-harinya.
2. Kelakuan setan yang suka menjerumuskan manusia

Ilustrasi Nabi Sulaiman menginterogasi pasukan dari bangsa jin
Nabi Sulaiman memerintahkan mereka untuk berdiri dari tempatnya. Mereka pun berdiri dengan patuh dan tetap berada di hadapannya. Nabi Sulaiman kemudian bertanya kepada mereka tentang agama, kiblat, para raja mereka, serta keadaan kehidupan mereka. Para jin itu menjawab setiap pertanyaan yang diajukan.
Sulaiman juga bertanya mengapa bentuk mereka berbeda-beda, padahal asal mereka sama. Mereka menjawab bahwa perbedaan rupa itu terjadi karena berbagai keadaan dan sifat yang mempengaruhi mereka, terutama ketika mereka hidup berjauhan dari manusia.
Wahb bin Munabbih berkata bahwa ketika Allah mengembalikan kekuasaan dan kerajaan kepada Nabi Sulaiman, angin diperintahkan untuk mengumpulkan para setan. Mereka datang dengan berbagai rupa yang aneh dan menakjubkan.
Di antara mereka ada yang tubuhnya setengah manusia dan setengah anjing. Nabi Sulaiman bertanya kepadanya, “Engkau ini termasuk jenis setan yang mana?”

Makhluk yang paling kanan berwujud hybrid dengan badan seperti manusia sementara kepalanya seperti anjing
Ia menjawab bahwa tugasnya adalah menimbulkan berbagai kerusakan di antara manusia: mendorong mereka kepada pembunuhan, meminum khamr, dan menyebarkan nyanyian yang menyesatkan agar manusia terjatuh dalam dosa.
Maka Nabi Sulaiman memerintahkan agar makhluk itu diikat.
Datanglah setan lain dan berkata, “Aku termasuk golongan jin yang tugasnya menimbulkan kegelisahan dan kerusakan di antara manusia pada waktu malam.” Maka Nabi Sulaiman memerintahkan agar ia diikat.
Setan yang baru saja diikat berkata, “Wahai Nabiyyullah, lepaskanlah aku. Aku akan tunduk kepadamu dan tidak akan membiarkan para penguasa di bumi menentangmu. Aku juga tidak akan merusak umatmu.” Namun Nabi Sulaiman tetap memerintahkan agar ia ditawan.
Kemudian datang lagi makhluk lain dengan rupa yang buruk. Kukunya panjang seperti cakar binatang buas, dan di tangannya terdapat sebuah alat musik. Nabi Sulaiman bertanya kepadanya, “Engkau ini setan yang mana?”

Sosok jin Murrah bin Harf yang sedang memegang musik
Ia menjawab, “Namaku Murrah bin Harf. Akulah orang pertama yang membuat alat musik ini. Tidak ada seorang pun yang merasakan kenikmatan nyanyian kecuali melalui perbuatanku.” Maka Nabi Sulaiman memerintahkan agar ia juga ditangkap dan diikat.
Setelah itu datang lagi setan lain. Nabi Sulaiman bertanya kepadanya tentang pekerjaannya, lalu memerintahkan agar ia pun ditahan.
Makhluk-makhluk lain pun terus berdatangan dengan bentuk yang sangat aneh. Ada yang berkepala dua dengan wajah di kedua sisinya.
3. Maraknya pengguna sihir di antara Bani Israil

Ilustrasi seorang nenek tua meracik ramuan sihir. (generated image: bing.ai)
Perlu diketahui bahwa salah satu beban tugas yang amat berat bagi Nabi Sulaiman adalah memberantas sihir yang sangat marak dilakukan oleh Bani Israil. Hal ini diabadikan oleh Allah dalam QS. Al Baqarah: 102 yang menjelaskan bahwa setan-setan di zaman Nabi Sulaiman mengajarkan sihir kepada manusia saat itu dan bantahan bahwa Nabi Sulaiman bukanlah manusia kufur, melainkan ahli sihir itulah yang kufur.
Al Kalabi berkata, “Syetan-syetan menulis sihir dan nairanjiyaat (mantra) dengan bahasa Ashif (Ashif bin Barkiya adalah ulama’ dan menjabar sebagai sekretaris Sulaiman). Mereka kemudian mengubur (sihir dan nairanjiyaat itu) di bawah tempat peribadatan Sulaiman, ketika Allah mencabut kerajaannya.
Namun hal itu tidak disadari oleh Nabi Sulaiman. Ketika Sulaiman meninggal dunia, orang-orang mengeluarkan tulisan sihir itu, dan mereka (setan) pun berkata kepada manusia, ‘Sesungguhnya Sulaiman menjadi raja kalian karena (sihir) ini. Maka pelajarilah ia oleh kalian.’ Adapun ulama Bani Israil, mereka berkata, ‘(Kami memohon) perlindungan kepada Allah, jika ini merupakan ilmu Sulaiman.”
Nabi Sulaiman bin Daud sebagai nabi sekaligus raja punya tanggung jawab berat menata wilayah pemerintahannya. Tak gampang mengatur pasukan yang terdiri dari 3 matra apalagi jumlahnya yang luar biasa besar meskipun tak ada satupun dari mereka berani menentang beliau. Selain itu, maraknya praktik shir yang sudah ada sejak era tersebut memberikan pelajaran bagi kita bahwa sihir memang nyata adanya dan usianya juga sangat tua.
Referensi:
- Manuskrip Ajaibul Makhluqat wa Gharaibu al Maujudat karya Zakariya Al Qazwini
- Bidayah wa An Nihayah karya Ibn Katsir
- Tafsir Al Qurthubi pada QS. Al Baqarah: 102










