Padang Tih: Kisah Bani Israil yang Pengecut Dibuang ke Padang Pasir Tanpa Bisa Keluar

Masa hukuman Bani Israil karena menjadi pengecut sebelum perang

Setelah peristiwa besar kemukjizatan Nabi Musa AS dalam membelah lautan, Bani Israil yang sudah berpindah dari Mesir segera menuju negeri Baitul Maqdis. Dan seperti biasa, dimanapun berada Bani Israil selalu saja membuat masalah yang membuat mereka dibuang ke tempat terasing. Bagaimana kisahnya? simak di bawah ini!

1. Bani Israil yang Pengecut

Beberapa penduduk kuno yang ketakutan melihat tentara berbadan tegap dan gagah

Nabi Musa selepas meninggalkan Mesir, beliau segera mengarahkan pengikutnya menuju Baitul Maqdis, Yerussalem. Tak disangka, di tempat itu ternyata telah bermukim beberapa suku: Haitsan, Fazzar, dan Kan’an dimana postur tubuh mereka tegap dan siap tempur jika berperang. Parahnya, orang-orang ini tak bertauhid alias penganut paganisme.

Nabi Musa AS segera menyiapkan Bani Israil untuk bertempur guna membersihkan daerah suci ini dari kaum paganis. Alih-alih mempersiapkan peralatan perang, Bani Israil dengan pengecutnya justru menyuruh Nabi Musa AS maju sendirian. Hal ini termaktub dalam QS. Al Maidah Ayat 24:

قَالُوْا يٰمُوْسٰٓى اِنَّا لَنْ نَّدْخُلَهَآ اَبَدًا مَّا دَامُوْا فِيْهَاۖ فَاذْهَبْ اَنْتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَآ اِنَّا هٰهُنَا قٰعِدُوْنَ ۝٢٤

Mereka berkata, “Wahai Musa, sesungguhnya kami sampai kapan pun tidak akan memasukinya selama mereka masih ada di dalamnya. Oleh karena itu, pergilah engkau bersama Tuhanmu, lalu berperanglah kamu berdua. Sesungguhnya kami tetap berada di sini saja.”

BACA ARTIKEL LAIN:

2. Dibuang ke Padang Tih

Sekelompok manusia yang terlantung-lantung di padang pasir

Sebab inilah Bani Israil mendapat hukuman oleh Allah berupa ditelantarkan ke Padang Tih selama 40 tahun dan mereka hanya berputar-putar disana. Padang Tih adalah hamparan padang pasir tak berujung, tandus, dan jarang ada flora yang tumbuh. Bani Israil yang fasik ini hanya bisa berjalan tanpa tujuan, malam, siang, pagi, dan sore hanya bisa berjalan dan berjalan.

Selama 40 tahun ini pula tak ada seorang pun yang bisa keluar melainkan 2 orang yaitu Yusa’ & Kalib. Dua orang ini adalah korban dari kefasikan Bani Israil lain yang menyeret mereka berdua menjalani hukuman di padang Tih.

Referensi:

Bidayah Wa An Nihayah karya Ibnu Katsir

Achmad Haris

Hanya mas-mas yang suka nulis dan buat konten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *