Kontroversi Khalifah Al-Hadi: Poin Ke 3 Wajib Tahu!

Khalifah Al Hadi adalah khalifah kharismatik namun penuh dengan sentimen negatif. Meskipun menjabat sebagai khalifah sebentar, dia diisukan memiki hubungan yang buruk dengan ibunya. Penasaran? simak selengkapnya di bawah ini!

1. Figur Al Hadi

Seorang yang memiliki kelainan pada bibirnya. (image by chatgpt)

Nama lengkap Al Hadi yaitu Abu Muhammad Musa bin Al Mahdi bin Al Manshur. Lahir pada tahun 147 H di Ray. Ayahnya adalah Khalifah Al Mahdi yang menikahi seorang mantan budak asal barbar bernama Khaizuran yang kelak akan melahirkan Al Hadi.

Al Hadi memiliki gelar Athbiq (Tutuplah). Beliau lahir dalam keadaan memiliki bibir sumbing dan ayahnya mengambil seorang pelayan untuk menemani dan merawatnya. Setiap kali si pelayan berkata “Athbiq!”, Al Hadi akan langsung menutup mulutnya jika membuka mulutnya terlalu lebar hingga meneteskan air liur. Mulai saat itu orang-orang memanggilnya dengan sebutan Musa Athbiq.

2. Watak yang bertolak belakang

2 slide yang menampilkan seorang raja dengan karakter yang berbeda. (image by chatgpt)

Al Hadi sebenarnya adalah seorang khalifah yang memiliki figur kharismatik dengan setiap kebijakannya, memiliki kedalaman ilmu pengetahuan yang luas, lidahnya fasih dalam mengucapkan Al Qur’an, pandai berorasi, memiliki pengaruh yang disegani orang-orang disekitarnya, dan mengalir darah ksatria di dalam tubuhnya.

Namun, Imam Adz-Dzahabi mengatakan bahwa Al Hadi juga memiliki karakter buruk dibalik figur kharismatiknya. Al Hadi suka bermabuk-mabukan, membuat urusan yang penting jadi bahan bercandaan, bukannya mahir menunggangi kuda justru mahirnya menaiki keledai, kurang melaksanakan tugas kekhalifahan dengan baik.

*Perlu diketahui, jika seorang khalifah tak bisa menunggang kuda dan justru sangat mahir menunggang keledai, biasanya khalifah ini lambat dalam berfikir, suka bermalasan, dan suka memainkan urusan.

Sejawaran lain juga mengatakan hal buruk mengenai Al Hadi. Al Hadi adalah khalifah yang dzalim. Saat dirinya bepergian keluar istana, di sampingnya pasti ada jejeran pengawal dengan berbagai persenjataan yang mengiringinya. Masyarakat yang jelas-jelas terintimidasi lebih memilih menyingkir. Tak heran jika dimasanya gudang senjata memiliki banyak variasi senjata.

3. Kontroversi dengan ibunya sendiri

Seekor anjing yang tergeletak di tanah dengan makanan yang berserakan. (image by chatgpt)

Al Hadi meninggal pada bulan Rabi’ul Awwal, tahun 170 H. Beberapa teori mengenai penyebab kematiannya yaitu:

  1. Suatu ketika Al Hadi melakukan sebuah perjalanan bersama seorang temannya. Saat sampai di tepi jurang, Al Hadi mendorong temannya. Naas, yang didorong justru memegang tangan Al Hadi yang membuat mereka berdua terjatuh dengan kondisi badan tertusuk bambu runcing.
  2. Penyebab kematian Al Hadi karena mengalami radang usus kronis hingga perutnya bernanah.
  3. Yang terakhir inilah yang banyak dikutip. Al Hadi meninggal karena diracun oleh ibunya sendiri, Khaizuran.

Kronologisnya adalah sebagai berikut:

  1. Awal kebencian Khaizuran kepada Al Hadi adalah karena Al Hadi ingin membunuh saudara kandungnya sendiri yaitu Harun Al Rasyid agar anaknya bisa menjadi khalifah;
  2. Khaizuran memiliki pengaruh besar dalam jabatan kekhalifahan dan banyak mengurus hal-hal penting. Saking berpengaruhnya, lebih banyak orang berdatangan ke rumah ibunya untuk membicarakan urusan penting daripada ke rumah Al Hadi;
  3. Al Hadi yang jelas dongkol karena sebagai khalifah merasa tidak dihargai oleh bawahannya lalu mendatangi ibunya dan memakinya dengan ucapan yang sangat kasar;
  4. Al Hadi berkata kepada ibunya: “Jika ada Amir yang datang ke rumahmu lagi, akan aku penggal kepalanya. Kau kan punya alat tenun yang bisa menyibukkanmu dan kitab Allah suntuk membuatmu ingat kepadanya, kenapa tak kau manfaatkan saja?. Atau kalau nggak gunakan saja tasbih-tasbih itu agar kamu sibuk setiap hari?!
  5. Selepas Al Hadi mencaci maki ibunya, Khaizuran bangkit dan mengusir anaknya;
  6. Sejak saat itulah Al Hadi menyimpan dendam kepada ibunya sendiri;
  7. Suatu hari Al Hadi mengirimkan makanan kepada Ibunya, Khaizuran. Setelah menerima makanan tersebut, Khaizuran memberikannya kepada seekor anjing. Tak lama setelah memakan makanan tersebut, si Anjing mati seketika;
  8. Khaizuran kemudian mengatur rencana pembunuhan kepada anaknya sendiri yang durhaka. Hal itu ia lakukan dengan mencekik wajah dan lehernya dengan memakai selendang hingga kehabisan nafas. Entah Khaizuran melakukannya sendiri atau dengan menyewa seorang pembunuh bayaran, tak ada yang tahu.

Meskipun kontroversi Al Hadi cukup banyak, dia berhasil membuat kemajuan pada bidang Jawatan Pos. Hal ini mempercepat pertukaran informasi antar daerah untuk menentukan kebijakan penting lainnya dengan lebih cepat. Selain itu, dia juga pernah menumpang kendaraan pos dari Jurjan ke Baghdad dan hal ini belum pernah dilakukan oleh khalifah-khalifah sebelumnya. Kiprah inilah yang perlu diteladani dari seorang Al Hadi.

Referensi:

Tarikh Al Khulafa’, Khalifah Al Hadi, Daulah Abbasiyah karya Imam Jalaludin As Suyuthi

Achmad Haris

Hanya mas-mas yang suka nulis dan buat konten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *