6 Hal dari Malaikat Maut: Rahasia Pencabutan Ruh dan Keajaiban Penciptaannya

Malaikat Maut punya banyak kuasa yang tak dimiliki malaikat lain

Malaikat Izrail termasuk dalam 4 malaikat utama yang mengemban tugas penting selama alam jagat raya masih berjalan yaitu mencabut ruh makhluk. Dalam kitab DAQAIQUL AKHBAR: fi Dzikri Jannah wa Nar karya Syaikh Abdurrahim bin Ahmad Al Qadhi, Malaikat Izrail digambarkan dengan tubuh yang memiliki level berbeda.

Tak hanya itu, ada hal-hal menakjubkan terkait malaikat Izrail seperti rahasia pencabutan ruh, bagaimana proses manusia mendekati kematian, dan keajaiban buku kematian makhluk. Untuk lebih lengkapnya, simak penjelasan di bawah ini!!

1. Keajaiban Penciptaan Izrail

Makhluk kosmik dengan ribuan hijab menutupinya

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW menggambarkan sosok Malaikat Maut dengan cara yang sulit dibayangkan oleh nalar manusia. Dikisahkan bahwa ketika Allah menciptakannya, Ia menutupinya dengan ribuan lapisan hijab yang ukurannya melampaui langit dan bumi.

Disebutkan pula, seandainya seluruh air dari lautan dan sungai ditumpahkan di atas kepalanya, maka tak setetes pun akan jatuh ke bumi. Gambaran ini menunjukkan betapa luas dan kompleks wujudnya, hingga tidak dapat dibandingkan dengan ukuran fisik dunia.

Bahkan, bila seluruh bentang bumi dari timur ke barat berada dalam genggamannya, maka baginya dunia itu hanya seumpama meja kecil dengan hidangan yang bisa dipindah sesuka kehendak. Malaikat Maut dapat memperlakukan dunia sebagaimana manusia mempermainkan sebuah koin di tangannya.

2. 70.000 Rantai

Makhluk misterius yang sedang dirantai

Dalam sebuah riwayat disebutkan, Malaikat Maut berada dalam keadaan terikat dengan 70.000 rantai. Setiap rantai memiliki panjang sebanding dengan perjalanan 1.000 tahun.

Keberadaannya terpisah dari para malaikat lain. Tidak ada satu pun malaikat yang mampu mendekat kepadanya, mengetahui keadaan dirinya, ataupun mendengar suaranya. Ia berada dalam ranah yang tersembunyi, terjaga dari penglihatan makhluk lain sampai kapan pun juga.

3. Dipan Malaikat Maut

Makhluk yang memiliki mata dan wajah di sekujur tubuhnya

Dalam kitab As-Sulūk karya Muqatil bin Sulaiman disebutkan bahwa Malaikat Maut memiliki singgasana yang berada di langit ketujuh meskipun ada riwayat lain yang menyebut di langit keempat. Singgasana itu terbuat dari cahaya, ditopang oleh tujuh puluh ribu kaki, dan Malaikat Maut sendiri memiliki empat ribu sayap. Seluruh jasadnya dipenuhi dengan mata dan lisan.

Dijelaskan pula, setiap anak keturunan Adam maupun burung yang bernyawa memiliki perwakilan rupa pada diri Malaikat Maut: berupa mata, wajah, tangan, dan telinga. Dengan itu, Malaikat Maut mampu mencabut nyawa melalui tangannya dan melihat makhluk dengan wajahnya, tanpa terikat ruang dan jarak.

Ketika seseorang wafat, maka gambaran dirinya pun hilang dari jasad Malaikat Maut.

BACA ARTIKEL LAIN:

4. Punya 4 wajah di tempat berbeda

Sesosok makhluk jangkung dengan wajah di beberapa bagian tubuhnya

Terdapat riwayat yang menyebutkan bahwa salah satu kaki Malaikat Maut berada di atas surga, sementara kaki lainnya menapak di atap neraka Jahanam. Posisi ini melambangkan tugasnya yang mencakup seluruh makhluk, dari yang berbahagia hingga yang celaka.

Dijelaskan pula bahwa Malaikat Maut memiliki empat wajah. Wajah yang berada di kepalanya digunakan untuk mencabut ruh para nabi dan malaikat. Wajah di bagian depan untuk mencabut ruh orang-orang beriman, wajah di punggung untuk mencabut ruh orang-orang kafir, sedangkan wajah yang berada di bawah telapak kakinya ditugaskan mencabut ruh bangsa jin.

5. Tak pernah turun ke bumi

Makhluk kosmik bertubuh titan seperti akan menginjak bumi

Dikatakan bahwa Malaikat Maut tak pernah turun ke bumi kecuali untuk mencabut nyawa para nabi dan rasul. Ia memiliki wakil yang ditugaskan mencabut ruh binatang buas maupun binatang melata.

Disebutkan pula, apabila Allah SWT menghendaki kehancuran makhluk, maka cukup dengan membinasakan mata-mata yang terdapat pada jasad Malaikat Maut, dan seluruh makhluk pun akan musnah.

Kelak, ketika sangkakala ditiup dan semua makhluk mati, yang tersisa hidup hanyalah delapan: Israfil, Mikail, Jibril, Izrail, serta empat malaikat yang memikul Arasy.

6. Prosedur pencabutan nyawa

Sebuah pohon yang amat sangat besar dengan daunan berguguran

Dijelaskan bahwa pengetahuan tentang akhir ajal seseorang berawal ketika Malaikat Maut memperoleh catatan kematian dan keadaan sakit yang menimpa seorang hamba. Namun kepastian waktu dan kondisi pencabutan ruh tetap merupakan bagian dari ilmu gaib yang hanya diketahui oleh Allah SWT.

Tanda-tanda ajal seseorang baru tampak ketika malaikat yang menjaga jasad dan amalnya datang kepada Malaikat Maut dan menyatakan bahwa nafasnya telah sempurna. Begitu pula malaikat yang bertugas mengatur rezeki dan amalnya menyampaikan bahwa rezeki serta amalnya telah selesai.

Disebutkan bahwa pengetahuan Malaikat Maut belum sempurna untuk mencabut nyawa hingga jatuh kepadanya sehelai daun dari pohon yang berada di bawah Arsy. Pada daun itu tertulis nama orang yang akan dicabut nyawanya.

Diriwayatkan dari Ka‘ab al-Ahbar bahwa Allah Ta‘ala menciptakan sebuah pohon di bawah Arsy dengan jumlah daun sebanyak bilangan seluruh makhluk-Nya. Ketika ajal seseorang telah dekat, empat puluh hari sebelumnya, daun yang memuat namanya akan jatuh di hadapan Malaikat Maut.

Dengan demikian, Izrail mengetahui bahwa ia diperintahkan mencabut ruh pemilik daun tersebut. Sejak saat itu, di langit orang itu sudah tercatat sebagai mayit, meskipun di bumi ia masih hidup hingga empat puluh hari kemudian.

Referensi:

Kitab Daqaiqul Akhbar Fi Dzikri Jannati Wan Nar karya Syaikh Abdurrahim bin Ahmad Al Qadhi

Achmad Haris

Hanya mas-mas yang suka nulis dan buat konten

4 komentar pada “6 Hal dari Malaikat Maut: Rahasia Pencabutan Ruh dan Keajaiban Penciptaannya

  • Alhamdulillah, Terimakasih sebelumnya.
    Sedikit saran kak, mungkin bisa disertakan teks Arab asli dari kitab atau qaul ulama sebagai penguatnya kak.

    Tetap produktif, semangat ka👍🏻

    Balas
  • bahas lagi 10 malaikat utama bang

    Balas
  • Sulis rahmawati

    Alhamdulilah terima kasih atas ilmunya kak semoga allah melimpahkan selalu rezeki serta keberkahnya pada kakak dan keluarga aamiin🙏

    Balas

Tinggalkan Balasan ke Achmad Haris Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *